Meningkatkan Hasil Belajar IPS Melalui Penerapan Metode Problem Solving Pada Siswa Kelas VIIIA SMP Negeri 3 Golewa Tahun Pelajaran 2018-2019

Authors

  • Antonius Bale SMP Negeri 3 Golewa, Kec. Golewa Barat, Kab. Ngada

Abstract

Masih rendahnya hasil belajar IPS disebabkan oleh masih dominannya skill menghafal daripada skill memproses sendiri pemahaman suatu materi. Metode pembelajaran problem solving atau pemecahan masalah kegunaannya adalah untuk merangsang berfikir dalam situasi masalah yang komplek. Dalam hal ini akan menjawab permasalahan yang menganggap sekolah kurang bisa bermakna dalam kehidupan nyata di masyarakat. Melalui metode problem solving diharapkan dapat lebih mempermudah pemahaman materi pelajaran yang diberikan dan nantinya dapat mempertinggi kualitas proses pembelajaran yang selanjutnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Golewa.Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus. Siklus I nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 6,57, pada siklus II mengalami peningkatan yaitu 7,57, dan mengalami peningkatan lagi pada siklus III yaitu memperoleh nilai rata-rata 8,33. Selain nilai rata-rata, aktivitas siswa juga mengalami peningkatan diantaranya aspek mengajukan pertanyaan pada siklus I sebesar 16,67%, siklus II sebesar 10%, dan siklus III sebesar 25%. Aspek menanggapi respon siswa lain pada siklus I sebesar 21,67%, siklus II sebesar 13,34%, dan silklus III sebesar 18,34%. Aspek menjawab pertanyaan pada siklus I sebesar 16,67%, siklus II sebesar 66,67%, dan pada siklus III sebesar 78,33%. Aspek memperhatikan penjelasan guru pada siklus I sebesar 71, 67%, siklus II sebesar 85%, dan silus III sebesar 90%. Aspek diskusi kelompok pada siklus I 66,67%, siklus II sebesar 86,67%, dan siklus III 96,67%. Aspek diskusi kelas pada siklus I sebesar 81,67%, siklus II sebesar 86,67%, dan pada siklus III sebesar 100%. Hasil penelitian dan pembahasan di atas dapt disimpulkan bahwa penerapan metode problem solving untuk meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas VIIIA telah berhasil. Hal ini dapat dibuktikan dengan perolehan nilai rata-rata pada setiap siklus, yaitu siklus I sebesar 65,70, siklus II sebesar 75,70, dan siklus III sebesar 83,30.

References

Ahmad Turmuzi. (2011). Permasalahan Pembelajaran IPS Terpadu. Diakses dari http://edukasi.kompasiana.com/ 2011/10/31/permasalahan-pembelajaran-ipsterpadu/ pada tanggal 4 Juni 2012.

Dimyati dan Mudjiono. (2002). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

http://www.sarjanaku.com/2011/03/

pengertian-problem-solving.html

Miles, Matthew B. and Huberman, A. Michael. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI Press.

Mohamad Uzer Usman. (2002). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Moleong, Lexy J. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Muhammad Numan Somantri. (2001). Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nana Sudjana. (2005). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Oemar Hamalik. (2006). Metode Belajar dan Kesulit an-kesulitan Belajar. Surabaya: Usaha Nasional.

Sapriya. (2011). Pendidikan IPS: Konsep dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sardiman A. M. (2003). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press.

Silberman, Melvin L. (2009). Active Learning: 101 Cara Belajar Siswa Aktif (Alih bahasa: Raisul Muttaqien). rev.ed. Bandung: Nusamedia.

Slavin, Robert E. (2010). Cooperative Learning Teori, Riset, dan Praktik (Alih bahasa: Narulita Yusron). Bandung: Nusa Media.

Downloads

Published

2021-03-25

How to Cite

Antonius Bale. (2021). Meningkatkan Hasil Belajar IPS Melalui Penerapan Metode Problem Solving Pada Siswa Kelas VIIIA SMP Negeri 3 Golewa Tahun Pelajaran 2018-2019. Jurnal Ilmiah Peneliti Pendidikan, 1(1). Retrieved from https://jurnal.warta-pendidikan.com/ojs/index.php/JIPP/article/view/18